Sobat pasti bertanya-tanya: Apakah bisnis kotor ini ada hubungannya dengan PSK (Pekerja Seks Komersial)? Atau PSS ini singkatan dari Pekerja Seks Sosial?
Ngawurrrrr!
Tapi memang bisnis ini bukan suatu hal yang biasa. Ide bisnis ini mewajibkan kita untuk berani berkotor-kotor ria dalam arti yang sebenarnya. Karena PSS ini adalah singkatan dari Pemburu Sampah Selebritis.
Bisnis ini memanfaatkan dua kecenderungan masyarakat Indonesia yang umum. Kita hidup dalam budaya di mana selebritis dipuja layaknya dewa, dan juga hidup dalam budaya 'buang aja yang lama, kita sudah punya yang baru' alias konsumtif.
Berikut adalah hal-hal yang harus kita lakukan untuk menggerakanroda bisnis kita:
- Buat daftar selebritis yang ada di area tempat kita tinggal. Radiusnya tergantung kemampuan/daya jelajah. Kalau berjalan kaki dan atau bergerobak daya jelajahnya tentu tidak jauh.
- Buat rute 'pengambilan sampah'. Kemudian setiap pagi sebelum tukang sampah sebenarnya bekerja, susuri rute tersebut dan periksa apakah selebritis sasaran kita membuang sesuatu yang berharga. Ingat! Jangan mengambil semua sampah, ambil hanya sesuatu yang kira-kira memiliki nilai jual. Bayangkan diri kita sebagai fans berat seleb tersebut; apakah kita mau mengeluarkan uang untuk barang tersebut.
- Pasarkan temuan anda! Caranya buat semacam toko untuk menjualnya. Cara termudah untuk menjualnya menurut saya dengan memanfaatkan internet. Anda bisa membuat blog gratisan di blogger.com dan memanfaatkan jejaring sosial seperti myspace.com.
Take It To The Next Level
Bisakah melakukan bisnis ini tanpa harus kotor-kotoran, eh, kotor betulan? Bisa!
Lakukan pendekatan dengan tukang sampah pada area yang bersangkutan. Minta agar mereka memisahkan sampah dari rumah sasaran kita ke dalam plastik sampah yang kita sediakan dengan ‘uang rokok’ sebagai imbalan.
Sama seperti point pertama, hanya saja kita terima beres. Kita membeli dari mereka bila mereka menemukan sesuatu yang memiliki nilai jual. Modalnya lebih besar dari yang pertama.
Dan yang terakhir ini membutuhkan modal paling besar di antara tiga cara ‘bersih’ berbisnis ‘kotor’ ini, karena kita harus menyediakan market place yang lebih representatif. Mengapa? Karena kita akan mengajak selebritis yang bersangkutan bekerja sama. Kita akan membantu menjual dan atau melelang barang para seleb yang sudah tidak terpakai lagi dengan imbalan komisi. Atau bisa juga kita membeli dari mereka, dan menjualnya kembali. Ini akan membutuhkan modal yang jauh lebih besar.
Tetapi sebagaimana dikatakan oleh Scott Boulch; “The money is in the money!” yang artinya; kalau cuma mau mencari ‘receh’ kita bisa bermodal dengkul, tetapi kalau mau hasil yang ‘gepokan’ kita harus berani modal!
T & J
Apakah ide ini sudah pernah dicoba?
Belum! Setidaknya di Indonesia belum di coba. Kalau di Amerika sudah ada PSSH (Pemburu Sampah Seleb Hollywood). Sayangnya saya gak berhasil mendapatkan nama dan informasi mendasar lainnya untuk saya jadikan referensi.
Jadi, .. belum terbukti dong bahwa ide bisnis ini akan memberikan keuntungan?
Memang saat ini belum ada. Tapi nanti kalau sudah ada bukti, kamu bakal bikin alasan sudah ada pemain di bisnis ini yang sangat menguasai pasar dan kamu dengan terpaksa harus mencari ide lain.
Duh. …. Ngerasa neh …. Om bisa aja ..
Ya bisalah .. khan saya provokator.
Tetapi seandainya saya memang butuh ide lain .., bagaimana?
Silakan langganan informasi dari myho.biz. Biar kami yang menjelajah dunia maya, nyata dan pikir untuk mencari ide-ide bisnis segar. Dan sambil menunggu informasi terbaru terkirirn via email atau RSS, kamu bisa menjelajahi dunia gaib.
Hiiyyy …..
0 komentar:
Posting Komentar